Log in Register

Login to your account

Username
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name
Username
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *

Larangan Galnot

AIR BORN INDONESIA MELARANG PENUMPANG UNTUK MENGAKTIFKAN DAN MENGISI ULANG BATERAI SAMSUNG GALAXY NOTE 7 SELAMA PENERBANGAN

Jakarta, 13 September 2016-Sehubungan dengan dikeluarkannya pengumuman FAA dan EASA perihal adanya bahaya dari perangkat Samsung Galaxy Note 7, PT Air Born Indonesia menerbitkan larangan mengaktifkan dan mengisi ulang baterai Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan dan saat berada di dekat pesawat.

Safety and Quality Manager Air Born Indonesia, Harris Dian, mengatakan bahwa saat ini sudah ada laporan dari beberapa kasus diseluruh dunia bahwa smartphone merek Samsung Galaxy Note 7 baterainya meledak dan terbakar.

“Untuk mencegah terjadinya insiden serupa, kami melarang penumpang, awak pesawat, dan seluruh karyawan untuk mengaktifkan atau mengisi ulang baterai Samsung Galaxy Note 7 dan semua perangkat elektronik yang menggunakan baterai jenis lithium ion di dalam pesawat”,tambahnya.

Air Born Indonesia juga telah berkoordinasi kepada unit-unit terkait untuk menyampaikan langsung kepada penumpang di bandara dan mengirimkan safety notice, agar para kustomer dan penumpang menyadari isu keselamatan ini.

Pada dasarnya, bahaya dari baterai jenis lithium ion ini tidak hanya terjadi pada smartphone merek tertentu saja. Semua perangkat elektronik yang menggunakan baterai jenis lithium memiliki kemungkinan baterai meledak dan terbakar. Bahkan sejak tahun 1991, tercatat 171 insiden di bandara dan pesawat yang berkaitan dengan baterai (data bisa di unduh di sini).

Potensi bahaya meledaknya ponsel dan laptop yang menggunakan baterai lithium lebih tinggi pada saat proses charging (pengisian daya listrik kedalam baterai) dan dischraging (pengurangan daya listrik karena pemakaian perangkat tersebut). Sehingga, produsen smartphone tersebut menarik seluruh perangkat yang bermasalah (Samsung Galaxy Note 7).


Penarikan atau pergantian barang karena masalah baterai sebenarnya sudah sering terjadi. Misalnya di tahun 2007, ada kasus recall baterai terbesar dalam sejarah industri elektronik. Nokia, vendor ponsel terbesar saat itu, menawarkan pergantian 46 juta baterai ponsel BL-5C dan saat ini (september 2016) Samsung merecall seluruh prangkat Galaxy Note 7 dari pasaran.

 

Safety and Quality Manager

Harris Dian