Allah Sangat Mencintai Mukmin Yang Kuat

Orang mukmin yang kuat, lebih dicintai oleh Allah daripada yang lemah – melalui artikel ini, Dutadakwah akan menjelaskannya sesuai dengan hadits yang kita baca. Dan untuk lebih jelasnya langsung saja kita baca uraian di bawah ini.

Orang mukmin kuat yang dicintai Allah lebih dari yang lemah

 

Allah-Sangat-Mencintai-Mukmin-Yang-Kuat

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

 

Sebagai seorang mukmin yang tidak bisa lemah. Yang dimaksud kelemahan disini adalah lemah iman, lemah ibadah, dan sejenisnya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca hadits di bawah ini.
pengantar

Damai besertamu, damai sejahtera atas Tuhan dan berkat atas dia

الحمد لله, لا حول ولا قوة إلا بالله, وصلى الله وسلم على رسول الله سيدنا محمد وعلى آله وأصحانبه أجم .ع

Puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala. Semoga berkah dan damai atas Nabi besar Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Pembaca yang terhormat rahimakumullah. Di halaman ini kita akan berbicara tentang orang percaya yang kuat dan lemah.

Orang beriman yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada orang yang lemah

Kekuatan iman dan takwa harus dijaga oleh setiap orang percaya. Karena dengan iman yang kuat inilah yang bisa menghancurkan keinginan jahat. Orang beriman yang kuat lebih dicintai oleh Allah, seperti yang dijelaskan dalam hadits;

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف, وفي كل خير, احرص على ما ينفعك, واستعن بالله ولا تعجز, وإن أصابك شيء فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وَكَذَا ، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ ؛ فَإِنَّ لَوْ تُفْتِحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ ، رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Makna Hadis Mukmin kuat

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. Dia berkata: “Rasulullah s.a.w. berkata;

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Tapi keduanya sama-sama baik.

Jalankan untuk menuai manfaat yang Anda miliki dan mencari bantuan Tuhan. Jangan merasa lemas. Jika Anda tertabrak mushibah, jangan katakan;

“Jika saya melakukan itu, itu akan menjadi ini dan itu”. Tetapi katakan, “Ini adalah takdir Tuhan dan apapun yang Dia kehendaki, Dia akan melakukannya” karena sebenarnya perkataan “Jika” itu membuka pintu ke godaan setan “(cerita Muslim).

Arti hadits

Hadits berisi beberapa deskripsi dan ekspresi hebat yang dipahami secara luas. Misanya seperti mengatur hakikat Mahbbah untuk Allah Ta’ala. Sifat mahabbah ini terkait erat dengan hamba yang dicintainya dan yang mencintainya.

Hadits tersebut memberikan makna bahwa cinta kepada Allah sangat bergantung pada kehendak-Nya.

Cinta Allah Ta’ala untuk makhluknya berbeda, seperti halnya Allah mencintai orang-orang beriman yang kuat dan lemah. Istilah dalam hadits ini juga termasuk keimanan dalam hati atau (“Aqidah Qalbiyyah”), Aqwal dan Af’al sebagai pilihan Ahlus Sunnah Waljam’ah.

Keyakinan ini memiliki lebih dari tujuh puluh cabang, dan yang tertinggi adalah “Laa Ilaaha Illalllah (لا اله إلا الله)”. Dan yang terendah adalah menyingkirkan duri di jalan

Jalan menuju surga dan neraka

Ada istilah yang sering kita dengar bahwa jalan menuju surga itu penuh duri. Sedangkan bila jalan menuju neraka seperti jalan tol.

Karena surga dikelilingi oleh semua kebencian, sedangkan neraka dikelilingi oleh semua kegembiraan. Ternyata topik ini juga dijelaskan dalam sebuah hadits.

وعنه رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: حجبت النار بالشهوات, وحجبت الجنة بالهفقاهل ميتر بالم

Artinya: Dan “Abu Hurairah r.a. juga bahwa Rasulullah bersabda shollallahu ‘alaihi wa sallam;

“Neraka ditutupi dengan berbagai kegembiraan – keinginan – dan langit ditutupi dengan berbagai hal yang tidak menyenangkan.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam satu narasi, Muslim disebutkan dengan kata huffat (hafta) bukan dengan kata hujibat, sedangkan artinya sama, yaitu mati antara seseorang dan neraka (atau surga) adalah tablaiunaka.
Kesempurnaan dalam ibadah

Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits kami, Riadhush-sholihin mengutip sebagai berikut:

Al Abi Abdullah hzyfh bin Aleman Allah bersabda: Diberkati dengan ras Nabi Muhammad Sejak kehilangan Baqara, fqlt yrk takut almayh, lalu mzy, fqlt ysly bangkrut no rak, fmzy, fqlt yrk insolvent, lalu setelah al fqraha, lalu aftaha: hehehe bayh didalamnya pemuliaan sbh, vaza tahun bsval, vaza the btvz dari Islam, kemudian rk fjl nayaricompas: Subhan Rabbi u, fkan rkvh nhva de qyamh, lalu berkata: Shema Allah seat hmdh rabbanā juta pujian, ثُمْحَاَبَّ سَجَسْ فَقَسْ فَقَسْ فَقسْ. رٌوَاهُ مُسْلِمٌ

Makna dari hadits tersebut adalah kesempurnaan dalam beribadah

Artinya: Dari Abu Abdillah, termasuk Hudzaifah bin al-Yaman, al-Anshari, yang dikenal sebagai penjaga rahasia, Radhiallahu ‘Anhuma, katanya; “Saya sedang shalat dengan Nabi pada suatu malam, jadi dia membuka raka’at pertama dengan Surat al-Baqarah.

Saya bilang; “Dia ruku ‘dalam ayat keseratus, thenische telah berlalu”. Saya berkata, “Dia biasa sholat dengan pengajian di rakaat dan kemudian lewat.”

Selanjutnya saya katakan, “Ia sujud ‘dengan bacaan di atas, kemudian dibuka pada raka’at kedua dengan surah an-nisa’, lalu membacanya dan membukanya kembali sebagai perpanjangan dari surah ali imran, lalu memb.

Dia damai membacanya dengan seksama dan tidak terburu-buru, ketika melalui ayat yang berisi mantra untuk menguduskannya atau berdoa rosario, ketika melalui ayat yang berisi permintaan buruk dia meminta perlindungan dari Berta’awwudz.

Kemudian ﷺ ruku ‘dan di sana dia mengucapkan; Subhana rabbiyal ‘azhim. Ruku’nya hanya dipisahkan oleh posisinya, yaitu H. Tema lama hampir menjadi satu-satunya persamaan yang ia ucapkan selanjutnya; Sami’allahu iiman hamidah.

Rabbana lakal hamd “, lalu berdiri dengan berdiri lama di dekat busurnya tadi. Selanjutnya dia bersujud dan berkata: Subhana rabbial a’la, sujudnya juga mendekati posisinya seiring berjalannya waktu” (Muslim Narration)

Contoh Mahbbah Rasulullah untuk Rob nya.

: عِبٍنِ مْسْعُوْدٍ ا اللَّهُ عْنْهُ قَالَ: صَّلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللُهُ Bulu: Apakah Anda mendukung? Kutipan: H َ mmett ُ d ْ n أَ nj ْ l s wad َأَ a. مِتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: Dari Ibn Mas’ud r.a. Dia berkata, “Saya sedang shalat dengan Rasulullah SAW suatu malam, kemudian dia memperluas reputasinya, jadi saya sengaja melakukan sesuatu yang buruk.”

Saya ditanya, “Hal buruk apa yang Anda maksudkan?”

Ibn Mas’ud r.a. jawab: “Saya sengaja hanya duduk dan meninggalkannya – jangan terus berma’mum”. (Muttafaq ‘alaih)

Demikian penjelasan materi yang singkat tentang; Orang-orang yang beriman, kut, yang lebih dicintai oleh Allah daripada yang lemah – semoga uraian ini dapat menginspirasi Anda. Mohon abaikan uraian kami jika pembaca tidak setuju. Terima kasih atas kunjungan anda Wallahu A’lamu Bish-Showab.

Lihat Juga : https://www.dutadakwah.co.id/doa-menyembelih-hewan/